Minggu, 28 Juli 2019

Jangan Sepelekan Minyak Rem Kendaraan

0 comments
Minyak rem atau cairan rem sama seperti halnya oli mesin kendaraan bermotor juga harus diganti secara rutin --terutama jika sudah mengandung air, supaya performa pengereman kendaraan Anda tetap terjaga di level optimal. Jadi tidak khawatir rem blong!

Minyak Rem

Taqwa Suryo Swasono dari Garden Speed, sebagai Chief Mechanic Autochem Racing, membuka fakta cairan rem jangan disepelekan. Seperti oli mesin yang mesti diganti secara rutin, cairan rem juga demikian. Apalagi iklim di Indonesia memiliki tingkat kelembaban tinggi, yang 60-80 persen sangat berpengaruh terhadap kondisi cairan rem dan ujungnya pada kemampuan pengereman kendaraan.

Karena hal itu, cairan rem perlu diganti secara berkala setiap satu tahun atau 20.000 kilometer untuk mobil atau 10.000 kilometer untuk sepeda motor. Cairan rem di mobil dapat bertahan lebih lama, karena posisi tabung reservoir cairan rem berada di dalam ruang mesin sehingga lebih tertutup. Sedangkan di sepeda motor tabung reservoir-nya berada di tempat lebih terbuka, ujar Taqwa yang dijumpai di arena GIIAS, ICE BSD City, Tangerang, Kamis (25/7).

Dia menjelaskan, kondisi iklim Indonesia yang lembab juga membuat cairan rem berpotensi mengandung kadar air. Bila mengandung air 3 persen, titik didih cairan rem akan turun hingga lebih dari 100 derajat celsius. Jika titik didih cairan rem tersebut terlewati, maka rem akan rentan untuk blong sehingga berbahaya saat dikendarai.

Maka itu, dia menyarankan pengantian cairan rem secara rutin supaya performa pengereman kendaraan bermotor tetap terjaga di titik optimal.

Robby Hartono, Direktur PT Autochem Industry sebagai distributor produk aftermarket cairan rem merek Prestone asal Amerika Serikat, mengakui adanya fakta di masyaralat yang masih menyepelekan cairan rem ini. Autochem sendiri berpengalaman sebagai agen tunggal cairan rem Prestone untuk pasar Indonesia sejak 1984.

Para pemilik kendaraan bermotor terkadang tak mengerti apa itu cairan rem. Mereka bahkan kerap menyebutnya sebagai minyak rem. Padahal yang disebut cairan rem ini bukanlah minyak, karena bersifat higroskopis atau menyerap air, ujar Robby.

Salah satu produk unggulan Autochem Industry adalah cairan rem Prestone DOT 4 yang memiliki keunggulan dalam hal titik didih yang lebih tinggi. Pada cairan rem Prestsone DOT 4, titik didihnya mencapai 265 derajat celsiun, sedangkan standar cairan rem DOT 4 kebanyakan hanya 230 derajat celsius. Bila ada kandungan air 3 persen, titik didih Prestone DOT 4 tetap memiliki suhu lebih tinggi hingga 155 derajat celsius.

"Cairan rem Prestone memiliki standar lebih tinggi, bahkan jauh di atas, sehingga lebih aman bagi sistem pengereman kendaraan," pungkas dia.

Selain di pameran GIIAS tahun ini, produk-produk PT Autochem Industry juga dapat ditemukan di ribuan toko dan bengkel di seluruh Indonesia. Saat ini Autochem Industry memiliki 25 cabang dan 12.779 outlet berupa toko ataupun bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain cairan rem Prestone, Autochem juga distributor produk aftermarket Master, busi Autolite, dan filter Fram. [sya]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar